Di era digital, website bukan hanya berfungsi sebagai tempat menampilkan informasi bisnis.
Website juga menjadi salah satu hal pertama yang digunakan calon pelanggan untuk menilai
apakah sebuah bisnis terlihat profesional dan dapat dipercaya.
Sebelum menghubungi bisnis atau membeli produk, calon pelanggan biasanya ingin mengetahui
beberapa hal. Siapa yang menjalankan bisnis tersebut? Apakah produknya benar-benar tersedia?
Apakah pelanggan sebelumnya merasa puas? Bagaimana cara menghubungi bisnis tersebut?
Karena itu, memiliki website saja belum cukup. Website perlu memberikan informasi yang jelas,
terlihat profesional, dan mampu memberikan bukti bahwa bisnis tersebut benar-benar dapat dipercaya.
Berikut lima cara meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui website bisnis yang dapat diterapkan oleh UMKM maupun perusahaan.
Mengapa Website Bisnis Penting untuk Membangun Kepercayaan Pelanggan?
Website dapat menjadi representasi bisnis di internet. Ketika seseorang mencari informasi mengenai sebuah perusahaan atau UMKM, website sering menjadi salah satu sumber informasi yang mereka kunjungi.
Website yang memiliki informasi lengkap, desain yang rapi, navigasi yang mudah digunakan, serta informasi kontak yang jelas dapat membantu memberikan kesan profesional.
Sebaliknya, website dengan informasi yang tidak lengkap, banyak link rusak, tampilan tidak responsif, atau sulit menemukan kontak bisnis dapat membuat pengunjung ragu.
Kepercayaan tidak hanya dibangun melalui kata-kata seperti "kami profesional" atau "kami memberikan pelayanan terbaik". Pengunjung membutuhkan bukti yang dapat mereka lihat dan periksa.
Beberapa elemen seperti testimoni pelanggan, portofolio, informasi kontak, keamanan website, dan tampilan profesional dapat menjadi bagian dari trust signal yang membantu meningkatkan kredibilitas sebuah website.
5 Cara Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan Lewat Website Bisnis
1. Tampilkan Informasi Bisnis dan Kontak yang Jelas
Salah satu cara sederhana untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan adalah menyediakan informasi bisnis yang lengkap dan mudah ditemukan.
Pengunjung website biasanya ingin memastikan bahwa bisnis tersebut benar-benar memiliki identitas dan dapat dihubungi. Karena itu, jangan hanya menampilkan nama dan produk tanpa memberikan informasi mengenai bisnis.
Beberapa informasi yang dapat ditampilkan antara lain:
- Nama bisnis atau perusahaan
- Alamat bisnis
- Nomor telepon atau WhatsApp
- Email bisnis
- Jam operasional
- Profil perusahaan
- Link media sosial
- Lokasi bisnis atau Google Maps jika relevan
Informasi tersebut dapat ditempatkan pada halaman Tentang Kami, Kontak, footer, atau bagian header website.
Untuk bisnis lokal, mencantumkan alamat dan informasi lokasi juga dapat membantu calon pelanggan mengetahui keberadaan bisnis secara lebih jelas.
Pastikan informasi yang ditampilkan selalu diperbarui. Nomor WhatsApp yang sudah tidak aktif atau alamat yang sudah berubah justru dapat menimbulkan keraguan.
2. Tampilkan Testimoni dan Review Pelanggan
Calon pelanggan biasanya lebih mudah percaya ketika mereka dapat melihat pengalaman pelanggan lain.
Karena itu, testimoni dan review pelanggan dapat menjadi salah satu elemen penting dalam website bisnis. Testimoni memberikan bukti sosial atau social proof bahwa produk atau layanan bisnis pernah digunakan oleh orang lain.
Namun, hindari membuat testimoni yang terlalu umum seperti:
"Pelayanannya sangat bagus dan memuaskan."
Testimoni yang lebih spesifik biasanya memberikan informasi yang lebih berguna. Misalnya, pelanggan dapat menjelaskan produk yang digunakan, masalah yang berhasil diselesaikan, atau pengalaman mereka ketika menggunakan layanan.
Jika memungkinkan, tampilkan informasi seperti nama pelanggan, jenis layanan atau produk yang digunakan, dan foto dengan izin pelanggan.
Review dari platform pihak ketiga juga dapat digunakan sebagai pendukung. Misalnya, bisnis dapat mengarahkan pengunjung ke profil Google Business Profile atau platform review lain yang relevan.
Yang paling penting, jangan membuat atau memalsukan testimoni. Kepercayaan yang ingin dibangun melalui website justru dapat rusak apabila pengunjung menemukan bahwa testimoni tersebut tidak benar.
3. Gunakan Desain Website yang Profesional dan Mudah Digunakan
Tampilan website merupakan salah satu hal yang pertama kali dilihat oleh pengunjung.
Website bisnis tidak harus memiliki desain yang penuh animasi atau menggunakan berbagai efek visual. Yang lebih penting adalah website terlihat rapi, konsisten, mudah dibaca, dan mudah digunakan.
Beberapa elemen yang perlu diperhatikan antara lain:
- Gunakan kombinasi warna yang konsisten
- Gunakan font yang mudah dibaca
- Buat navigasi yang sederhana
- Gunakan gambar berkualitas baik
- Berikan jarak yang cukup antarbagian
- Pastikan tombol penting mudah ditemukan
- Hindari terlalu banyak pop-up
- Pastikan website responsif di smartphone
Pengalaman pengguna yang baik juga penting karena sebagian pengunjung mengakses website menggunakan perangkat mobile. Pastikan konten tetap mudah dibaca dan navigasi tetap nyaman digunakan pada layar kecil.
Dengan kata lain, website profesional bukan berarti harus terlihat rumit. Website yang sederhana tetapi jelas dan nyaman digunakan justru dapat memberikan pengalaman yang lebih baik kepada calon pelanggan.
4. Tampilkan Portofolio, Produk, atau Bukti Nyata Bisnis
Pernyataan mengenai kualitas bisnis akan menjadi lebih meyakinkan ketika disertai bukti.
Misalnya, sebuah jasa desain website mengatakan bahwa mereka berpengalaman membuat website untuk berbagai perusahaan. Akan lebih meyakinkan jika website mereka juga menampilkan portofolio proyek yang pernah dikerjakan.
Hal yang dapat ditampilkan antara lain:
- Portofolio proyek
- Foto produk
- Hasil pekerjaan
- Studi kasus
- Daftar layanan
- Klien atau perusahaan yang pernah bekerja sama
- Sertifikasi yang memang dimiliki
- Dokumentasi kegiatan bisnis
Untuk UMKM, bukti tersebut tidak harus berupa proyek besar.
Toko makanan dapat menampilkan foto produk asli. Jasa fotografi dapat menampilkan hasil foto. Bengkel dapat menampilkan dokumentasi kendaraan yang pernah ditangani. Sedangkan perusahaan jasa dapat menampilkan proyek dan hasil pekerjaan sebelumnya.
Gunakan foto asli apabila memungkinkan. Foto yang relevan dengan bisnis akan memberikan konteks yang lebih kuat dibandingkan gambar stok yang terlalu umum.
Dengan menampilkan bukti nyata, website tidak hanya mengatakan bahwa bisnis tersebut memiliki kualitas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada calon pelanggan untuk melihat bukti tersebut sendiri.
5. Pastikan Website Aman dan Memberikan Informasi yang Transparan
Keamanan juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pelanggan, terutama ketika website meminta pengunjung mengisi data atau melakukan transaksi.
Pastikan website menggunakan koneksi HTTPS sehingga pengunjung dapat melihat bahwa koneksi ke website menggunakan protokol yang aman.
Selain keamanan teknis, transparansi informasi juga penting. Jika website menjual produk atau jasa, berikan informasi yang jelas mengenai hal-hal yang relevan dengan keputusan pelanggan.
Misalnya:
- Harga atau cara mendapatkan informasi harga
- Detail produk
- Ketentuan pemesanan
- Metode pembayaran
- Kebijakan pengembalian
- Kebijakan privasi
- Syarat dan ketentuan
- Informasi layanan pelanggan
Tidak semua bisnis membutuhkan seluruh informasi tersebut. Sesuaikan dengan model bisnis dan kebutuhan pelanggan.
Semakin jelas informasi yang diberikan, semakin kecil kemungkinan calon pelanggan harus menebak-nebak bagaimana bisnis tersebut bekerja.
Kesimpulan: Bangun Kepercayaan Pelanggan Melalui Website yang Profesional
Website bisnis bukan hanya tempat untuk menampilkan produk atau layanan. Website juga dapat menjadi media untuk menunjukkan identitas, kredibilitas, dan profesionalitas sebuah bisnis.
Lima cara yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui website adalah:
- Menampilkan informasi bisnis dan kontak yang jelas.
- Menampilkan testimoni dan review pelanggan.
- Menggunakan desain website yang profesional dan mudah digunakan.
- Menampilkan portofolio, produk, atau bukti nyata bisnis.
- Memastikan website aman dan memberikan informasi secara transparan.
Tidak semua elemen harus dibuat sekaligus. Mulailah dari informasi dasar yang paling dibutuhkan pelanggan, kemudian tambahkan bukti sosial, portofolio, keamanan, dan elemen pendukung lainnya.
Pada akhirnya, website yang baik bukan hanya terlihat profesional, tetapi juga mampu menjawab pertanyaan calon pelanggan dan memberikan alasan yang jelas mengapa mereka dapat mempercayai sebuah bisnis.
